:::: Selamat datang di BIKUN-CARRA Blog. Blog ini ditujukan untuk membina persahabatan antara SDN BI Kuningan dan SD Carraragarmungee. Hubungi guru anda di sekolah masing-masing bila terdapat tulisan atau foto yang ingin anda kirimkan :::: Welcome to BIKUN-CARRA Blog. This blog is dedicated to build friendship between SDN BI Kuningan and Carraragarmungee Primary School. Please contact your teacher at each schools if you want to post your writings or photos in this blog ::::

Saturday, October 17, 2009

Tape Singkong

GETTING TO KNOW THE MATERIALS
Preparation of a tape ketan /singkong starter material called ragi tape was described by using pure cultures of A. rouxii, S. cerevisiae, P. anomale (HA 122) and P. anomale (HA 893) grown on rice. In a fermentation experiment this self-produced ragi tape was compared with a commercial available ragi tape (NKL). In addition to that, the growth of fungi, yeast and bacteria as well as the biochemical changes during the fermentation process of tape ketan were monitored. To do this, samples were taken periodically after 0, 5, 10, 15, 24, 36, 48 and 60 h fermentation with a commercially available starter (Tebu) at 30 degrees C. Samples were analysed for DM, ash, total N, soluble N, glucose before and after hydrolysis, ethanol, lactic acid, pH and viable cell count. Results show that a palatable product was ready for consumption after 48 h. Finally, tape ketan was prepared using two different samples of Indonesian ragi tape (Tebu) as inoculum and the products were compared by their nutritional constituents.
*************************
Tape singkong sudah terkenal di mana-mana, murah, lezat, dan menyenangkan. Tape yang sudah terkenal adalah tape ( peuyeum ) bandung. Peuyeum Bandung banyak yang menyukainya, karena manis rasanya dan tidak berair. Andapun dapat membuat tape sendiri, karena caranya tidaklah sukar. Adapun bahan-bahannya adalah: singkong yang sudah tua 2 kg, ragi tape yang manis ( dapat dibeli di toko bahan kue / pasar tradisional ). Sedangkan alat-alat yang diperlukan: pisau pengupas, panci untuk mengukus plus tutupnya, kompor, nyiru / tampah bambu, cobek / cowek dan munthunya untuk menepungkan ragi tape, daun pisang secukupnya dan bakul dari bambu.

Cara pembuatannya adalah: singkong dikupas kulitnya, kemudian dicuci bersih, dipotong-potong atau dibiarkan utuh. Lalu ditanak dalam panci sampai setengah matang, setelah itu singkong diangkat dan ditata / diangin-anginkan di atas nyiru sampai dingin, ragi ditumbuk sampai halus, singkong dilumuri tepung ragi satu persatu sampai merata betul, kemudian ditempatkan dalam bakul bambu yang sudah dialasi / dilambari daun pisang secara rapat / merata, isi sampai bakul tsb penuh, setelah penuh tutup rapat bakul dengan daun pisang dan tambahkan kain yang diikat rapat sebagai penutup. Sumber lihat:

http://ide-boedie.blogspot.com/2008/07/membuat-tape-singkong.html

Membuat Fermentasi Cassava/Sticky Rice


Beli singkong atau cassava frozen di Asian Grocery, bisa juga bahan itu sticky rice atau beras ketan, cara mengerjakannya adalah sebagai berikut:

1. Pilihlah singkong yang bagus dan rata, kemudian dikupas, dipotong- potong sesuai selera dan dicuci bersih.
2. Kemudian potongan singkong tersebut direbus sampai matang kemudian ditiriskan.
3. Tunggu singkong tersebut sampai dingin, bias juga pakai kipas angin.
4. Sediakan ragi tape yang bias dibeli di took obat makanan, kemudian ditumbuk halus dan diayak pakai ayakan atau saringan.
5. Taburkan ragi halus ke singkong-singkong yang sudah dingin sampai rata.
6. Sediakan tempat untuk menyimpan singkong yang sudah ditaburi ragi tersebut, bias memakai plastic ataupun memakai daun pising atau daun jati.
7. Peram bungkusan singkong tersebut kurang lebih 3 hari
8. Setelah 3 hari bukalah bungkusan singkong tersebut, dan tape singkong siap dinikmati.

Monday, October 12, 2009

Ucapan Terimakasih Bu Sue


Bu Sue Mc Gregor, telah memberi tahu Pak Herli bahwa para siswa telah menerima paket kiriman dari Pak Herli Salim. Paket itu berisi peta dan brosur tentang Indonesia. Dalam kiriman itu ada pula 2 buah CD yang berisikan penjelasan tentang budaya dan tempat wisata di Indonesia. Bu Sue mengatakan bahwa anak-anak SD Carra sangat senang menenerima kiriman ini, dan mereka mengucapkan terimakasih kepada para siwa SD Bikun atas kirimannya. Sebetulnya, surat email itu disertai foto para murid Carra, tapi Pak Herli mendapatkan kesulitan untuk mendowloadnya, sehingga tidak bisa ditampikan. Mungkin nanti akan ditampilkan lagi bila sudah bisa di download. Untuk itu mohon maaf. Pak Herli juga menerima kabar dari Pak Kartino bahwa para siswa Bikun sedang menyiapkan kiriman paket selanjutnya yang akan beliau kirim langsung dari Kuningan Indonesia ke Londrigan. Saat ini Pak Kartino sedang menyiapkan MOU SD Bikun buat SD Carra. Nanti bila sudah selesai akan dikirim ke SD Carra (HS, 2009).